June 26, 2008

"All improvement in memory consists of one’s habitual method of recording facts"
- Dr. William James, Father of American Psychology

 

Suatu kali teman saya pernah dimarahi bosnya karena lupa apa yang diperintahkan kepadanya beberapa menit sebelum si bos bertanya. Huhu, fatal bukan? Atau ada juga yang ingetan jangka pendeknya sering cepet lupa, baru aja kenalan.. gak perlu tunggu lama, 1 menit kemudian bakalan tanya kepada kerabat yang lain, “orang yang tadi, namanya siapa ya? Saya lupa..” (gue banget sih..). Atau lebih fatal lagi, pasangan kamu batal nge-date gara-gara lupa, dan malah nge-date sama yang lain.. ups.. siapa tuh? Sadiiis..(afgan)

Ya..ya.. masih banyak contoh kelupaan lainnya yang lebih fatal atau biasa saja, ada suami yang lupa istrinya ketinggalan di pom bensin (ke toilet) dan baru inget pas dirumah, haiss.. tetapi kita semua berharap itu tidak pernah terjadi pada kita bukan? Lupa itu gak selalu karena IQ kita dibawah rata-rata, atau kurang konsentrasi, atau otak kita perlu di smack.. hehe.. tetapi berhubungan dengan tag di atas, otak kita perlu dilatih dalam mengingat sesuatu, apakah itu angka, nama, kejadian atau lainnya.

Setiap kita punya masalah dalam mengingat ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama apakah hal tersebut belum pernah terekam dalam ingatan kita atau hal tersebut sudah pernah terekam namun kita tidak bisa mengumpulkannya kembali dalam pikiran kita menjadi sebuah ingatan.

Karena kita bisa saja sudah merekam sesuatu kedalam pikiran kita namun tidak bisa mengumpulkan kembali menjadi sebuah ingatan. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, tetapi faktor utamanya adalah cara mengingatnya dan stress.

Ada lima cara yang bisa kita gunakan untuk mengingat sesuatu, empat diantaranya untuk melatih cara merekam memori dan satu sisanya melatih untuk mengingatnya, yaitu:

1.    Memecahnya

Mungkin ini adalah cara lama dalam mengingat sesuatu. Jadi dalam metode ini kita akan memecah apa yang kita ingat kedalam bagian yang lebih kecil agar mudah dalam ‘merekamnya’.

Metode ini baik digunakan untuk mengingat data dalam bentuk angka, seperti nomor telepon, nomor KTP, atau lainnya.

Contoh:

a.     Urutan nomor telepon 0229155783 akan lebih mudah direkam jika kita mengelompokannya menjadi 022,915,57,83 atau 022,91,55,783.

b.     Kata seperti Matematika bisa dipecah menjadi Ma+Tema+Tika, Together bisa dipecah menjadi To+get+her.

c.      List apel, mentimun, kertas, tinta, sawi, pisang, anggur, buncis, stapler, jeruk. Dapat lebih mudah diingat dengan cara di urutkan dan dipecahkan seperti ini:

Apel, pisang, anggur, jeruk, sawi, mentimun, buncis, kertas, tinta, stapler.

à 4 buah, 3 sayur, 3 peralatan kantor

Para peneliti dalam psikologi menemukan bahwa kapasitas daya ingatan pendek manusia atau Short Term Memory (STM) untuk manusia adalah 7±2 artinya pada kisaran 5-9 saja yang dapat diingat. Jadi harus diingat hal tersebut pada saat kita akan memecah sesuatu untuk direkam.

2.    Menyanyikan

Cara ini adalah yang paling popular dan sudah lama dipakai, yaitu dengan cara menyanyikan apa yang akan kita ingat. Tidak terikat dengan jenis musik apa dan bagaimana memecahnya, pastinya jadi menyenangkan. Kalau kita lihat di film-film kolosal china, kita sering melihat cara ini dipergunakan dalam membaca sesuatu.

Cara ini selain efektif juga membuat kita semakin kreatif, karena kita terlatih untuk membuat sesuatu kedalam nyanyian.

3.    Mediasi/Menjembatani

Dalam metode ini, sesuatu untuk menjembatani ditambahkan kepada apa yang akan kita rekam kedalam pikiran. Metode ini baik digunakan untuk menghubungkan beberapa kata atau materi yang bisa disederhanakan kedalam beberapa kata yang berhubungan.

**saya bingung contohnya dalam bahasa Indonesia, ada yang bisa kasih contoh? silahkan baca artikel aslinya**

4.    “Pembacaan” sebelum tidur

Pada teknik ini, kita berusaha mengingat apa yang sudah kita rekam sesaat sebelum tidur. Pemikiran yang kita lakukan sebelum tidur akan menyusun informasi dengan cara yang sistematik dan efektif pada saat kita tidur. Psikolog hampir selalu menemukan, jika seseorang memikirkan masalahnya sesaat sebelum tidur, seringkali ada solusi yang baik dikeesokan harinya.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a.     Buat suasana hati dan pikiran kita sesantai mungkin

b.     Tuliskan kedalam kertas, hal-hal yang perlu diingat diatas selembar kertas.

c.      Bacakan itu dengan keras (jika mungkin)  satu atau dua kali dan coba mengingatnya dua atau tiga kali (apa yang sebelumnya kita baca).

d.     Lalu pergilah tidur tanpa mencemaskan sesuatu atau memikirkan sesuatu.

Maka kamu akan mengingat hal itu lebih baik dan dapat dengan mudah untuk diingat kembali saat membutuhkannya.

5.    Mencoba dengan cara “tidak mencoba”

Setiap dari kita mengaplikasikan metode-metode ini, baik sadar atau tidak sadar dalam kehidupan sehari-hari. Kadang saat kita mencoba untuk mengingat kembali apa yang pernah kita ingat atau rekam kedalam pikiran kita, tapi tidak bisa. Lalu kita memaksa pikiran kita untuk mengingatnya berulang-ulang, tetapi tidak bisa juga.

Untuk mengatasi situasi seperti ini, abaikan saja dengan melakukan aktifitas lain. Pada saat yang tepat, tiba-tiba apa yang tadi kita coba ingat muncul ke permukaan. Mengapa begitu? Karena informasi yang kita cari terhalang untuk keluar, dan pada saat kita berhenti mencoba mengingatnya, otak kita tetap mencarinya dan jika informasi tersebut ditemukan, otak menunggu penghalang tersebut hilang untuk memberitahukannya kepada kita. Itulah saat dimana stress menghalangi proses pemanggilan informasi (mengingat) kita.

Karena itu, penting sekali setiap kita untuk bisa mengatur atau memanage stress. Karena hal itulah yang kerap kali menghalangi kita untuk mengingat, atau mendapatkan informasi dari apa yang sudah kita rekam.

Saran saya jika ingin menghindari stress adalah, bukan dengan relaksasi ke panti pijat atau clubbing, lebih baik kita memiliki hubungan yang baik dengan Sang Pencipta, serta olah raga yang cukup untuk tetap memiliki tubuh yang sehat.  Atau ada ga cara lain untuk mengingat??

June 12, 2008

Don’t be naive. There are difficult times ahead. As the end approaches, people are going to be self-absorbed, money-hungry, self-promoting, stuck-up, profane, contemptuous of parents, crude, coarse, dog-eat-dog, unbending, slanderers, impulsively wild, savage, cynical, treacherous, ruthless, bloated windbags, addicted to lust, and allergic to God. They’ll make a show of religion, but behind the scenes they’re animals. Stay clear of these people.

(2Ti 3:1-5 MSG)

 

That’s what bible said about “difficult times ahead” (The Message Bible Translation), well.. sebagai kristiani meng-amin-kan bahwa itu adalah tanda-tanda bahwa dunia ini udah di akhir masanya.

Ada beberapa keyakinan juga yang memiliki versi tersendiri mengenai tanda-tanda masanya bumi akan berakhir, tapi yang jelas.. saya gak percaya UFO, hahaha..

Kali ini saya ambil adalah dari kristiani, mungkin sebagian kita ada yang mau bilang “aahhh… kiamat, jangan dipikirin.. itu cuma bikin-bikinan agama..”, atau “aduuhh… seneng-seneng aja bo, itu mah gak usah dipikirin juga dateng sendiri..”  Sama, saya dulu juga pernah mikir kayak gitu.

Sebenernya, banyak kalimat atau cerita-cerita dalam kitab-kitab bersifat nubuat (sesuatu yang akan terjadi, red). Ada satu cara yang paling saya pegang untuk membuktikan kata-kata dalam kitab tersebut benar atau tidak, yaitu dengan menyelidiki dan buktikan. Kalau perkataan itu benar, maka itu akan terjadi dan ga ada yang bisa batalin kecuali penulis aslinya.. ^^v

Yang saya mau disini adalah, bukan bicarain mengenai kepercayaan atau ketidak percayaan saya terhadap UFO, tetapi keadaan manusia pada jaman akhir yang tertulis dalam bukunya saya. Saya meringis ketika menyadari keadaan tersebut banyak disekitar kita, keluarga kita, kantor, sahabat kita mungkin..

Dan lebih meringis lagi, waktu saya nyadarin bahwa saya adalah salah satunya.. L so bad..

Well guys.. ayo introspeksi, yang jelas semua yang tertulis mengenai tanda-tanda tersebut, kita sepakat bahwa itu adalah hal-hal yang tidak baik. Saya mau.. bagaimana dengan kamu.. J