Ada sesuatu yang menarik ketika saya menonton acara Kick Andy (Metro TV), waktu itu tokoh yang menjadi guest adalah Gus Dur, tokoh bangsa yang saya kagumi karena memiliki pemikiran yang terbuka dan cerdik. Sayang sekali tokoh seperti beliau tidak bisa tenang duduk di pemerintahan karena banyak tokoh-tokoh lain gerah tentunya.
Yang menarik perhatian saya kala itu adalah ketika anak-anaknya diminta untuk testimoni menganai beliau, lalu anaknya yang kedua (saya lupa namanya), dia mengatakan kalau beliau selalu bangga dengan bapaknya baik sebagai ’seseorang’ atau manusia biasa. Lalu ada pelajaran yang bapaknya ajarkan dan selalu dia ingat yaitu, "kalau kamu sudah melakukan hal yang baik dengan baik, jangan peduli apa kata orang yang penting kamu sudah melakukan hal yang baik.."
Sebuah prinsip yang sangat baik dan tidak disadari oleh semua orang, karena butuh kesadaran penuh untuk tetap melakukan sesuatu yang baik dengan baik ditengah keadaan lingkungan yang hanya melakukan sesuatu jika itu menguntungkan, paling tidak.. tidak merugikan, yang penting saya ga celaka dan alasan lain yang intinya adalah diri sendiri.
Ada dua hal yang menyebabkan kemerosotan nilai dalam hidup ini:
1. Nasisme; –> "everything about me"
Kita sering ucapkan kata ini tanpa mengetahui asal dan arti kata tersebut, narsis dalam kata aslinya berarti "semua tentang saya". Jadi manusia yang dikategorikan menganut paham ini baik sadar atau tidak sadar, memiliki pemikiran yang berfokus pada diri sendiri. Yang penting nyaman sendiri, senang sendiri dan lainnya.
2. Individualisme; –> "I don’t need anybody"
Sikap ini adalah ketika secara sadar atau tidak sadar, kita memiliki sikap yang sepertinya tidak butuh orang lain. Saya bisa sendiri kenapa perlu dia, saya harus bisa melakukannya sendiri dan tidak perlu orang lain. Tanpa sadar, keadaan memaksa kita untuk hidup dengan paham seperti itu. Atau mungkin kita pernah peduli kepada orang lain, lalu orang tersebut mengecewakan kita, hingga akhirnya kita berpikir "lebih baik saya sendiri saja, saya gak butuh orang lain"
Untuk melakukan hal-hal baik, tidak berarti kita akan mendapatkan hal baik.. Saat kita melakukan hal yang benar, belum tentu juga kita akan dibela karenanya.. bahkan ada orang yang mati karena berbuat benar.. Akan tetapi, disaat kita melakukan hal yang baik dan benar yang terpenting darinya adalah.. kita sudah membiarkan kebaikan dan kebenaran memiliki tempat di hati kita.
Contoh, saat kita melakukan kesalahan.. kita datang meminta maaf tanpa membela (kecuali diminta), lalu orang tersebut tidak memaafkan atau bahkan lebih buruk lagi.. bagaimana?? Saya pikir kita harus membiasakan untuk berbangga karena telah melakukan hal yang baik dan benar, dalam hal ini meminta maaf tanpa beralasan. Masih banyak kasus lain yang kita terus hadapi di kehidupan ini dan butuh sikap hati kita yang baik…
So, would you do the right things mate…??!


hebat betul ulasan nya !! jadi kagum nih…
btw, kok bannernya jadi ngaco gitu yah…kayaknya file *.jpg nya kekecilan tuh
Comment by Rudi — November 20, 2007 @ 3:15 pm
hehe.. bisa aja bapa rudi, cuma ulasan sederhana dari orang kecil yang bermimpi merubah dunianya… iya tu rud, berapa sih lebar (pixel) yang dibutuhkan..
Comment by Administrator — November 24, 2007 @ 10:39 pm