Truly Maling Asia
Ada begitu banyak orang menjaga harga dirinya, dengan menjaga apa yang dia kenakan, apa yang dia ucapkan, tidak mengingini hak orang lain, dan lain sebagainya.

Belakangan ini kita mendengar isue yang semakin panas, bukan cuma satu tapi ada beberapa lagu-lagu yang sering kita dengar sejak kecil  atau bahkan waktu kita sekolah, atau mungkin itu adalah lagu pertama yang diajarkan orang tua kita.. kini diributkan mengenai hak ciptanya, karena memang tidak jelas ‘NN’ namun kini jadi urusan negara karena ada negara lain yang mengakui kalau lagu itu miliki mereka.

Bagaimana kita harus bersikap??
Ada dua pilihan  sikap yang bisa kita ambil, yang pertama kita dengan panas hati menanggapi permasalahan tersebut, serentak dengan keras membela bahwa lagu itu dan lainnya yang belum diurus hak ciptanya itu diurus sampai kita mendapatkan kembali hak kita, atau bahkan bisa saja sampai perang karena hal tersebut… ini urusan harkat dan martabat bangsa.

Namun ada pilihan kedua dari saya, yaitu kita sebagai warga negara yang berbudaya dan punya martabat tinggi.. tidak membalas tindakan mereka dengan tindakan yang rendah, tapi dengan bangga menggunakan lagu tersebut, mendengarkan lagu tersebut, melestarikan kesenian daerah kita, melestarikan budaya kita dan menekuninya jilka perlu. Lalu bela lah bukan hanya wasit karate tapi juga para TKI kita yang di injak-injak disana, dilecehkan, kehilangan hak asasinya, diperkosa, dibunuh atau disiksa baik secara fisik atau mental. Dan jika kita tidak mau dengan pilihan kedua ini, saya pikir lebih baik lupakan pilihan pertama..

Jika mereka bisa membanggakan kesenian dan setiap sumber daya kesenian dan budaya, lalu mematenkannya, menggunakannya.. sementara kita hanya diam saja seolah tidak peduli sebelumnya. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budaya dan sejarah bangsanya." -Bung Karno.

Bagi teman-teman malaysia, kami adalah bangsa yang bermartabat dan berbudaya dan akan selalu seperti itu. Dan saya pun yakin negara kalian adalah negara yang memiliki martabat dan bermoral, jadi saya yakin Anda pun enggan disebut sebagai bangsa yang tidak bermoral, saya yakin Anda pun akan menghargai para TKI sebagai manusia, yang punya hak asasi sama dengan Anda. Maaf jika ada perkataan yang terdengar kasar dari saya atau rekan-rekan sebangsa saya., Indonesia

Buat teman-teman seperjuangan di bangsa ini Indonesia, tulisan ini adalah isi hati saya dan respon pribadi atas kejadian tersebut dan yang belum berakhir atas bangsa ini. Pertanyaan saya adalah seberapa bangga kita menjadi bangsa Indonesia?? Apa yang sudah kita lakukan untuk membawa perubahan bagi bangsa ini???