Jakarta sunday morning, 11/11/07
Setelah semalam pulang larut, kedinginan karena kena hujan… melanjutkan pembicaraan dengan F1 saya Anton. Kita ngobrol sambil nguap-nguap sampai jam 2pagi, membahas topik-topik menarik mengenai komunitas dan personal.

Pagi itu saya bangun jam 5.30 karena ada janji dengan adik saya di kemanggisan jam 7pagi untuk ibadah bersama di JPCC, akhirnya saya bangunkan Anton untuk antar saya ke dorm teman saya Abed.

Baru kali ini saya melewati daerah itu (teluk gong - tanjung duren) di pagi hari, sedikit banjir dan banyak genangan air karena hujan semalam, aktifitas pasar yang tetap ramai walau banyak genangan air..

Para pekerja malam (red district) yang baru saja bubaran, orang-orang berwajah seram dan bertato mungkin penjaga-penjaganya, wanita-wanita ‘lucek’ yang entah kerja apa semalam disitu yang sudah ditunggu oleh ojek-ojek jemputan mereka. Ada pasukan seragam orange yang dengan setia, setiap pagi menyapu jalanan, namun udara bersih tidak dapat dinikmati cukup lama.. karena pada jam-jam tersebut sekali pun hari libur.. bus-bus kota sudah berkeliaran untuk mencari ‘mangsa’.

Yang parahnya lagi adalah bajaj, pagi itu karena sedikit buru-buru dan bajaj yang penuh dengan barang tersebut cukup makan ati, ga jelas mau jalan di kiri atau kanan.. akhirnya kita memutuskan untuk menyusulnya lewat kiri bajaj tersebut, alhasil… *bamm* pintu bajaj terbuka dan menghantam dengkul saya *AAAGGhhh* saya teriak, sambil jalan *sambil dongkol juga*, saya do checking pada dengkul saya.. takut-takut terjadi sesuatu pada tempurungnya, ternyata..dia baik-baik saja emoticon hehe… kuat doong.. emoticon

Tu bajaj ga berani ngebut seperti sebelumnya, *takut diomelin kali yak..* jadi tetep dibelakang kita. Dan di bilangan jalan Daan Mogot, saya mendapatkan pemandangan lain yaitu seorang pengantar tahu yang bawa motor ditengah jalan yang asik dengan teleponnya..

Well.. berbahaya banget telepon sambil bawa mobil, apa lagi bawa motor dan tanpa hands-free. Tapi itulah Jakarta.. apa yang saya gambarkan disini sebagian kecil dari fenomena kota ini, kesibukan dan perjuangan hidup manusia-manusia metropolis.

Jakarta Pagi 11/11/07